PENGETAHUAN TENTANG KOPI UNTUK PEMULA
PENGETAHUAN TENTANG KOPI UNTUK PEMULA
oleh : Sukarman (STEI SEBI)
Ingat! Artikel yang satu ini hanya ditujukan untuk mereka
yang baru mulai mencintai kopi. Bukan untuk mereka yang sudah mengerti dan
paham dari jauh-jauh hari.
Dunia perkopian berkembang dengan pesatnya akhir-akhir ini.
Mereka yang mulanya hanya sekedar menikmati kopi instan dan (paling-paling)
kopi tubruk di rumah kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi
dari mesin espresso. Kabar baiknya banyak penikmat kopi pemula yang menikmati
kopi dengan level lebih tinggi.
Yang dulunya mungkin hanya mampu menikmati frappe dan
kopi-kopi bercampur gula dan krim kini bergeser menikmati cappuccino tanpa
gula. Seiring dengan perkembangannya, banyak dari pemula yang belum tahu
beberapa hal tentang kopi yang mereka nikmati. Dan untuk itu artikel ini
dipersembahkan dengan senang hati untuk mereka agar tak lagi keliru soal fakta
tentang kopi.
Arabika VS Robusta
Arabika dan robusta adalah dua jenis kopi yang berbeda.
Arabika memiliki kadar kafein lebih rendah dari robusta. Arabika adalah jenis
kopi yang paling banyak di konsumsi di dunia. Robusta harganya lebih murah dari
arabika, meski rasanya lebih pahit. Kopi yang sering dijual di pasar umumnya
adalah robusta, bisa jadi karena harganya lebih ekonomis.
Kopi Tak Melulu Hitam dan Pahit
Di mindset kebanyakan masyarakat Indonesia kopi haruslah
hitam dan pahit. Padahal seharusnya tidak begitu. Robusta yang disangrai dengan
gelap tentulah memberi pahit yang luar biasa dahsyat. Kehitaman dan kepahitan
tingkat kopi berasal dari proses penyangraiannya (roasting). Semakin lama biji
kopi disangrai maka akan semakin pahit dan hitamlah kopi tersebut. Ada tiga
tingkat proses penyangraian yaitu light, medium dan dark. Sebaiknya kopi tidak
disangrai terlalu dark karena akan menghilangkan karakteristik biji kopi
tersebut.
Kopi Memiliki Beragam Rasa
Well, ‘beragam rasa’ yang dimaksud di sini adalah after
taste. After taste adalah flavour atau rasa yang tertinggal di mulut pada saat
meneguk kopi. Mungkin kamu belum tahu kalau kopi mampu memberikan aneka after
taste pada saat diminum. Tak semua kopi memiliki karakteristik sama terutama
saat dinikmati melalui metode manual brewing. Ada kopi yang after taste-nya
nutty, cocoa atau justru karamel. Ada juga yang after taste-nya jeruk atau bisa
juga stroberi. Kenapa bisa demikian? Itu tergantung kontur tanah dan di mana
kopi itu berasal dan di mana kopi itu ditanam. Kopi adalah tanaman unik yang
ternyata juga bisa menyerap ‘rasa’ dari tanaman yang ada di dekatnya.
Keunikannya ini menjadikan kopi istimewa. Kini banyak para ahli kopi yang
mencari kopi-kopi unik di seluruh dunia untuk menemukan after taste-nya.
Perjalanan Kopi Sebelum Sampai ke Cangkirmu
Kopi memiliki perjalanan panjang sebelum kita nikmati.
Awalnya kopi ditanam oleh petani. Saat panen petani memetik cherry kopi (buah
kopi) dan memisahkan bijinya dari buahnya. Ada beberapa proses yang dilakukan
dalam tahap ini ada wet process, honey process dan lain-lain. Setelah biji kopi
dan buahnya terpisah maka biji kopi yang mentah harus dijemur beberapa waktu
sampai kadar airnya berada di tingkat yang telah ditentukan. Setelah itu green
bean atau biji kopi hijau ini dijual ke roaster (penyangrai kopi) atau
perusahaan yang mengolah sendiri biji hijau mereka.
Green bean siap disangrai (roasting) sesuai keinginan atau
karakteristik bijinya oleh roaster. Tidak semua biji mampu disangrai medium
atau dark karena setiap biji memiliki karakteristik masing-masing. Setelah
disangrai maka biji kopi tersebut siap diolah barista menjadi minuman. Tetapi
sebelumnya harus digiling dahulu sesuai permintaan. Setelah digiling bubuk kopi
siap dinikmati menjadi aneka minuman nikmat.
Pahitnya Kopi
Buah kopi itu manis rasanya. Lalu kenapa kopi bisa pahit?
Pahitnya kopi lahir karena proses penyangraian (roasting) meski ada juga yang
berasal dari karakteristik bijinya. Selain itu ada alasan lain yang menunjang
pahitnya kopi yaitu suhu dan tingkat kehalusan. Semakin tinggi suhu air yang
digunakan untuk menyeduh kopi maka makin pahitlah kopinya. Dan semakin halus
tingkat kehalusan bubuk kopi, maka kopi juga akan semakin pahit. Sesederhana
itu.

Komentar
Posting Komentar