Hijrah karena Cinta
Hijrah karena Cinta
OLEH : Muhammad Abdul Aziz (STEI SEBI)
Dewasa ini sedang marak-maraknya terjadi maksiat dimana-mana,
banyak pula kita jumpai manusia berbondong-bondong untuk berhijrah. Hijrah
berarti menjauhkan atau berpindah tempat. Seperti hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam bersama
para sahabatnya dari Makkah ke Madinah. Namun makna hijrah tersebut bukan hanya
terbatas kepada berpindahnya seseorang dari satu tempat ke tempat lainnya,
melainkan juga orang-orang yang ingin merubah diri menjadi manusia yang lebih
baik dengan mengharapkan keridhaan-Nya.
Merupakan fitrah bagi seorang manusia memliki rasa cinta
didalam hatinya. Baik itu rasa cinta kepada kepada saudara, kepada pasangan,
ataupun cinta kepada harta dan cinta kepada hal-hal lainnya. So, kawan jangan sampai rasa cinta tersebut
menjadikan kita rendah dimata Allah. Pastikan ketika kita ingin merubah diri
menjadi pribadi yang lebih baik niatkan karena cinta kepada Allah, bukan karena
cinta kepada makhluk-Nya. Karena setiap orang akan mendapatkan balasan dari apa
yang ia niatkan. Allah Maha Memiliki
segalanya, apapun yang kita inginkan dunia dan seisinya akan kita dapatkan
apabila kita taqarrub (mendekatkan) diri kepada Allah.
Segala sesuatu memiliki landasan agar dapat tegak dengan
kokoh. Sebagaimana apabila kita berbuat sesuatu maka baik atau buruknya
perbuatan tersebut berdasarkan kepada niatnya. Rasulullah shalallahu‘alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya setiap
amalan tergantung kepada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia
niatkan, siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk
Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahya karena mencari dunia atau karena
wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (H.R Muslim dan
Bukhari).
Apabila seseorang
hijrah karena wanita yang ia cintai, untuk mendapatkan harta, untuk kepentingan
duniawi maka hijrahnya hanya kepada yang ia tuju saja. Oleh karena itu sobat,
hendaknya jika kita ingin merubah diri menjadi lebih baik, meninggalkan
perbuatan dosa yang kerap kita lakukan, maka lakukan semata-mata karena cinta
kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Komentar
Posting Komentar